Simplicity, Independence, and Best Value


What do you want when you decide to spend a lot of money on taking a trip overseas? Even if it’s only a thousand clicks away, not to the other side of the world, you’d want the trip to be a wonderful experience.

I would want three things.

1. Simplicity

I hate to spend a lot of time discussing issues that don’t really need to be discussed. Things like should you bring a backup toothbrush or how many panties you need to carry with you. We’re grown ups. We can deal with personal preferences ourselves; no need to discuss it with your peers, or even bring it up in the forum.

2. Independence

Independence here has two meanings, and I think both of them are important. First, I want to be independent to chose where I want to go, when, and for how long. I’m not saying that compromises are out of the question; I’m saying that when talks get really tough, going our own ways is probably the best option. Second, I do not want people to go somewhere just because I’m also going there. If I suddenly change my mind, it’ll all get messy and somebody’s going to get upset. Not nice.

3. Best Value

Now, this is closely related to independence. What people value most will differ. Maybe I prefer culinary explorations and heritage trails, while you can’t think of anything but shopping, hi-tech 3D movies, and exhilarating roller-coasters. Well, in this case, as I’ve said before, going our own ways is probably better.

Again, I am not saying that compromises are bad; they’re just bad if they start to take a toll on the fun you should be having. The trade-off here is getting what you want by going it alone, or sacrificing something in favor of someone’s company.

So, let’s keep it simple, independent, and for the best value. Instead of trying to make everyone else do what we want, why not let everyone decide for themselves and get together only when it’s feasible and fun to do so.

Happy traveling!

Advertisements

First-time Backpacker


Kemaren aku pergi backpacking ama Sondang, temennya Kike my new friend yang baru aku temukan Hi!sekitar 2 bulan yang lalu setelah sekitar 10 tahun ga pernah ketemu. Gara-gara SMSan ga jelas dan tantang-tantanganNantang?, akhirnya kami sepakat aku nemeni dia backpacking ke Jakarta.Hahaha!

Okay, so the journey begins on Saturday. Aku sampe ke Lempuyangan sekitar jam 15.45, langsung beli tiket dan nungguin Sondang. Waktu Sondang datang, tiba-tiba kami ingat belum beli roti buat makan malam dan aku juga belum bawa payung. Jadilah kami lari-lariLari-lari! ke jalan Hayam Wuruk demi 2 bungkus roti dan sebuah payung. Kenapa lari-lari? Karena kami cuma punya waktu sekitar 12 menit **dudulz!!** Dah gitu perjalanan baliknya kehujanan pulak. Untung dah jadi beli payung ^_^

Masuklah kami ke kereta Progo, yang waktu itu masih setengah kosong. Ngobrol buanyaaak banget sampe malem, sampe akhirnya kami ketiduran karena capek. Itupun masih sering bangun gara-gara hiruk pikuk pedagang ini-itu yang lalu-lalang nggak keruan **buset dah**.

Akhirnya ketika adzan subuh berkumandang, sampailah kami di “Setasiun Pasar Senen”. Turun dari kereta, kami langsung cari-cari kamar mandi, tapi sempat nyasar gara-gara Sondang lupa jalannya . Setelah **akhirnya** dia ingat, kami mandi. Kamar mandinya bersih dan airnya juga bersih, dan karena Jakarta panas nggak keruan, mandi jam 4 pagi di sana serasa mandi jam 9 siang di Jogja. Sempat masuk ke kamar mandi yang rada jijay juga sih, karena ada orang pup ga diguyur , but I finally got a clean room.

Selesai mandi, kami beli roti dan susu buat sarapan di toko semacam Indomaret, dan Sondang nitip batere HP-nya buat di-charge di situ **bener-bener impromptu ya ni anak**. Kami makan di ruang tunggu, dan habis itu sempat tidur Bobo...sekitar setengah jam, bersama para backpacker lain yang entah menunggu apa.

Habis itu, kami mulai jalan ke halte busway. Berangkatlah kami ke arah Stasiun Jakarta Kota. Dari sana, kami jalan ke arah Jalan Asemka, lalu masuk ke Pasar Pagi Asemka. Dasar kami yang terlalu rajin ato mungkin males kelamaan tidur di ruang tunggu, belum ada toko satupun yang buka. Akhirnya kami jalan-jalan entah ke mana, tapi tiba-tiba sampe di jalan yang di kiri-kanan banyak orang jualan snack semacam manisan dan sebagainya. Eits…. ada mobil sport Mercy lewat pula… keren bo….Kerenn!!

Tau-tau kami sampe ke daerah yang mirip Pecinan gitu, banyak huruf Cina di mana-mana. Tempatnya mirip pasar, banyak orang bejubel, bertransaksi, tawar-tawaran. Yang unik, kami sempat liat ada orang-orang Satpol PP yang lagi kerja bakti bareng orang-orang situ. Mereka lagi bongkar-bongkar parit yang penuh kotoran item-item nggak jelas. Ada satu orang yang cuma pake celana pendek, tapi hampir seluruh tubuhnya kena kotoran item-item ndak jelas itu tadi. Jadi mirip orang yang barusan mandi aspal.

Sondang sempat tertarik beli roti Liong ato apa itu aku lupa namanya, tapi nggak jadi. Sempat beli kain sprei juga, mau dibikin pernik-pernik. Habis dari situ, balik lagi ke Pasar Pagi Asemka, dan ternyata tokonya tetep banyak yang belum buka **doh**. Akhirnya kami iseng naik ke lantai 2 dan 3, tapi semakin ke atas semakin banyak yang tutup daripada yang buka, dan nggak ada yang jual barang yang dicari Sondang.

Turunlah kami dan keluar kompleks pasar, tanya ke satpam yang akhirnya menjawab bahwa kalo minggu tokonya tutup Oh nooo!!!. Sondang sempat kelihatan down banget dan bete , but she can handle it **hurray!!**. Akhirnya kami ke toko bahan perhiasan imitasi “Kirana”. Nah… di situ Sondang memanjakan diri pilih-pilih bahan ini-itu. Aku sendiri sempat nongkrong di seberang toko, minum Pocari sambil ngobrol sama yang jual Pocari yang ternyata orang Tegal.

Sekitar jam 11 kami masuk lagi ke Asemka, dan akhirnya menemukan beberapa toko alternatif yang menjual barang-barang yang dicari Sondang. Setelah bertransaksi ini-itu dan muter-muter dan sempat kesasar juga di dalam pasar, kami menyatakan sesi belanja di pasar hari itu SELESAI. Jam 12 lebih dikit kami jalan lagi ke Stasiun Kota dan makan di A&W di dalam stasiun. Kami mengistirahatkan kaki yang mungkin udah jalan lebih dari 5 km pagi itu. Akhirnya bisa minum rootbeer lagi! Yeahh!!!

Rootbeer!

Setelah makan dan istirahat, jam 2 kami balik lagi ke Asemka karena mamanya Sondang telpon dan nitip barang-barang lagi yang tadi belum terbeli. Jadi. kami muter-muter lagi di Asemka selama 2 jam. Setelah itu, nge-busway dari Stasiun Kota ke Harmoni, transit ke Pasar Senen, dan langsung transit lagi ke Mangga Dua. Kami masuk Mangga Dua Square sekitar jam 5.30.

Pertama masuk MDS, Sondang langsung tertarik sama J-Co Donut, tapi aku gak mau. Kebanyakan pengawet tuh makanan… Akhirnya kami menyelingkuhi J-Co dan malah beli Baskin Robbins **yaaayy**. Setelah itu kami muter-muter cari tempat yang enak buat menikmati single scoop cone kami. Jadi kami duduk di depan eskalator sambil mengamati orang-orang yang muncul dari eskalator itu. Banyak orang berkostum hitam-putih, dan banyak anak-anak cewek naik otopet di situ.

Setelah puas menjilat-jilat single scoop cone, kami mulai hunting lagi. Kali ini cari ATM BCA, karena sekali lagi duitku habis. Setelah dari ATM, kami cari-cari kaos buat aku, karena aku kehabisan baju ganti kaosku habis. Bener-bener impromptu deh. Akhirnya aku menemukan kaos harga 30 ribu yang lumayan lah, jadi aku beli satu. Habis itu, giliran Sondang yang hunting. Mulai dari rok gipsy, baju renang, dan akhirnya kaos juga.

Setelah itu, kami menuju Carrefour, mau beli ransum buat makan malam. Tapi karena memang baru sekali itu masuk Mangga Dua Square dan nggak tau letaknya Carrefour di mana, kami kesasar. Rasanya seperti tertipu ketika mengikuti signboard yang menunjukkan Carrefour ada 1 lantai di bawah, lha kok ketemunya malah parkiran. **piye to iki??**

Akhirnya setelah naik lift lagi ke atas dan kebablasen sampe 4 lantai (kalo nggak salah), kami menyerah dan tanya satpam. Setelah itu baru ketemu Carrefour. Kami beli pisang, roti, dan aqua buat makan malam. Sadar kalo waktunya udah mepet, kami lari-lari ke sana kemari nggak jelas, dan akhirnya keluar dari Mangga Dua Square. Sampe di luar, muncul pertanyaan baru: Halte busway yang tadi kok nda ada ya???Hwaaa!! Tapi akhirnya ketemu juga setelah sadar bahwa kami salah arah . Jadi, kami lomba jalan cepat ke busway dan akhirnya tiba juga di Setasiun Pasar Senen. Aku mandi lagi di situ, tapi Sondang nggak. **nggak pliket apa ya??**

Setelah itu, ketemu Nora dan Cory, temen-temen Sondang yang mau ikutan bareng ke Jogja. Kami masuk peron dan ngetem di cafe Torabika sementara nungguin keretanya datang. Aku pesen es Cappuccino dan Sondang pesen hot Cappuccino **menunya juga adanya cuma itu doank… cape dehh…** Setelah puas menjarah bekal Nora yang enak banget, kami naik ke kereta. Ternyata penuh euy…

Dan kami pun ngobrol lagi sampe sekitar 1 jam perjalanan. Setelah itu, aku dan Sondang langsung tepar.. dah nggak kuat lagi ngobrol banyak-banyak…

Paginya… ada pengamen banci… duh… sial…. Hwaaaaaa…

Ternyata pengalaman di kereta selama perjalanan pulang jauh lebih colorful daripada waktu perjalanan berangkat. Lebih banyak pedagang dan pengamen…

“Korannya koran buat alas tidur. Gopek gopek! Gambarnya Luna Maya! Tidur sama Luna Maya cuma gopek!”

“Korek api korek api! Dua ribu rupiah saja! Ada apinya lho!”

Apaan seeh??

** apaan seeh??? **

Dah gitu, sekarang ada pula orang jualan pulsa isi ulang di kereta ekonomi. Makin lengkap aja ni kereta yak?? Cowok yang duduk di sebelahku (yang katanya Sondang itu temen SMA dia yang dia lupa namanya **dudulz**) sampe bilang kalo menu di ekonomi ternyata lebih lengkap daripada eksekutif. Mulai dari Aqua, Mizone, Pocari Sweat, nasgor, nasi rames ayam/rendang, gorengan, jenang, sale pisang… **halah**

Sampe di Lempuyangan, Cory dan Nora langsung mencari jemputan masing-masing, sementara aku nemeni Sondang menunggu Bang Jo sebentar. Setelah Bang Jo datang, aku mandi, dan tampaknya aku lupa waktu dan ketinggalan Pramex lagi padahal aku dah telat 1 jam . Jadilah aku sampe di kantor jam 11.30. BRAVO!!!

That’s all folks… Until my next adventure with Sondang! (hopefully )


Kutoarjo…


“mas, bisa jemput kami nggak?”
“di mana?”
“di kutoarjo”
“heh…???”
“iya di kutoarjo. pake mobilnya lintang. bisa?”
“ehm… boleh…”
“oke, thanks ya”
“sama-sama…”

hwakakakakaka…


the new adventures of kerti in solo


day 1
16:30 – kumpul di rumah agung. cek perbekalan, cek mobil, cek bensin, cek personel… bla bla bla…
17:30 – berangkat!!!
19:00 – tiba di SMU St. Yosep Solo
19:30 – on stage
19:50 – off stage
20:00 – ngobrol di transit room
21:15 – makan di kotabarat setelah puter-puter ga karuan. lauk: bebek goreng + nasi liwet (emangnya nasi yang lain gak diliwet ya?)
22:30 – tiba di rumah buliknya lintang
24:00 – bobo’ malem

day 2
9:00 – berangkat dari rumah buliknya lintang
9:30 – tiba di solo grand mall, masih tutup ^_^, puter-puter dulu ke kraton solo
10:15 – akhirnya bisa masuk ke solo grand mall
11:45 – masuk ke solo square
13:150 – keluar dari solo square, debat mau makan di mana…
15:00 – tiba di yogyakarta, masih bingung mau makan di mana…
15:45 – akhirnya makan di warung special sambel, pogung
17:00 – akhirnya sampe di rumah lagi… tidurrr!!!