Minta


"Ayah, aku minta itu…"

"Belum saatnya, Nak."

"Tapi aku sungguh-sungguh menginginkannya."

"Aku akan memberimu yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan."

"Baiklah Ayah. Tapi mengapa Kau membuatku menginginkannya?"

"Karena itulah yang kamu butuhkan."

"Kalau begitu, jelaskanlah mengapa aku membutuhkan itu."

"Pada saatnya nanti kamu akan mengetahuinya."

"Ayah, aku bingung. Apa sebenarnya maksudMu?"

"Kamu percaya padaKu?"

"Iya."

"Kalau begitu, tutuplah matamu, peganglah tanganKu, dan mari berjalan bersamaKu. TanganKu dan suaraKu akan membimbingmu ke tempat yang Aku kehendaki bagimu. Pada saat Aku melepas penutup matamu, kamu akan melihat keindahan, tapi tidak sebelum itu, tidak satu detik pun lebih cepat."

"Baiklah. Kalau begitu, aku mohon jangan pernah lepaskan tanganku, karena aku tidak bisa melihat apapun."

"Tidak akan pernah. Aku janjikan itu."

"Terima kasih, Ayah."

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s