Things I’ll Never Say

Sunday, 30 November 2008 at 9:38 (Circle of Life, Clean Start)

You were there when I was down and disappointed.
You took me out of my world and reminded me that life is so beautiful.
You opened up my mind to countless new possibilities so that I could see the invisible and believe in the impossible.
You took me as I am and believed that I could be so much better.
Then tell me, have you not given me enough reason to love you?

Let me say this, without hope or agenda, just because it’s Christmas (and on Christmas you tell the truth): to me you are perfect…
Mark, just outside the door of Juliet, “Love Actually”

It’s a self-preservation thing, you see…
Mark, when Juliet finds out about how he truly feels, “Love Actually”

It don’t do me any good, it’s just a waste of time.
What use is it to you what’s on my mind?
If it ain’t comin’ out, we’re not going anywhere.
So why can’t I just tell you that I care?
Avril Lavigne – Things I’ll Never Say

But I guess I should really never say those words.

Should I?

Permalink Leave a Comment

Lelah?

Friday, 28 November 2008 at 7:09 (Broken Promises, Disconcerting)

Aku lelah dengan hubungan cowok-cewek yang katanya ‘teman’ tapi ternyata ga murni seperti itu…

Sama kalo gitu, aku juga lelah…

Permalink 4 Comments

Something’s Missing

Wednesday, 26 November 2008 at 10:34 (Broken Promises)

I’m not alone, I wish I was.
Cause then I’d know, I was down because
I couldn’t find, a friend around
To love me like, they do right now.
They do right now.

I’m dizzy from the shopping malls
I searched for joy, but I bought it all
It doesn’t help the hunger pains
and a thirst I’d have to drown first to ever satiate

Something’s missing
And I don’t know how to fix it
something’s missing
And I don’t know what it is
At all

When autumn comes, it doesn’t ask. 
It just walks in, where it left you last.
And you never know, when it starts
Until there’s fog inside the glass around your summer heart:

Something’s missing
And I don’t know how to fix it
something’s missing
And I don’t know what it is
At all

I can’t be sure that this state of mind, is not of my own design
I wish there was an over the counter test, for loneliness.
For loneliness like this.

Something’s missing
And I don’t know how to fix it
Something’s missing
And I don’t know what it is
No I don’t know what it is
Something’s different
And i don’t know what it is
No I don’t know what it is

Friends -check-
Money -check-
A well slept -check-
Opposite sex -check-
Guitar -check-
Microphone -check-
Messages waiting for me, when i come home -check-
How come everything I think I need, always comes with batteries
What do you think it means?

John Mayer – Something’s Missing
Fix me! 

Permalink Leave a Comment

Message of The Day

Wednesday, 26 November 2008 at 8:37 (Clean Start)

This morning I received a text message from one of my closest friends:

Just follow your heart. Don’t listen to what I say, or anybody else for that matter. Just don’t rush into deciding how you really feel. Good luck!

So, my heart, what do you say?

Permalink 2 Comments

Destroyer

Tuesday, 25 November 2008 at 8:38 (Disconcerting)

Imagine if you had a gift, amazing powers. You can move things with your mind. You can grab a can of coke just by thinking about it. And then your powers grow. You can turn that can of coke from aluminum to solid gold. Now, wouldn’t that be nice?

But then your powers start to grow even more. After turning the can to gold, with just a touch you can disintegrate it. You realize that you don’t want to vaporize everything you’ve touched. But you can’t help it. Then you start losing your mind and involuntarily attract more objects. As they come in contact with you, they quickly turn into gold, but then instantly turn into dust.

You become a destroyer.

Now, would you call that a gift?

Permalink 2 Comments

Still…

Monday, 24 November 2008 at 18:27 (Disconcerting, Imparticular)

I knew waiting was going to be hell, but I didn’t expect hell to be so cold and quiet…

Hello??

Anybody here?

Huff…

Permalink Leave a Comment

Krik Krik Krik…

Monday, 24 November 2008 at 9:20 (Disconcerting, Imparticular)

Sunday morning. Message sent…

5 minutes…

10 minutes…

30 minutes…

1 hour…

3 hours…

No reply. Krik krik krik…

 

Sunday evening. Message sent…

3 hours…

6 hours…

The next morning…

No reply. Krik krik krik…

 

Was it something I said?? Krik krik krik…

Now I gotta get back to work…

Gyaaahhhh….

Permalink 4 Comments

To Be or Not To Be; That Is The Question

Thursday, 20 November 2008 at 9:01 (Broken Promises, Disconcerting)

This isn’t some scene from Hamlet something written by the famous Shakespeare…

If I were to be, then I would cause worry and defensiveness.

If I were not to be, then it would be too extreme.

So then, what the f*ck am I supposed to do?

Permalink Leave a Comment

First-time Backpacker

Monday, 10 November 2008 at 16:55 (Circle of Life)

Kemaren aku pergi backpacking ama Sondang, temennya Kike my new friend yang baru aku temukan Hi!sekitar 2 bulan yang lalu setelah sekitar 10 tahun ga pernah ketemu. Gara-gara SMSan ga jelas dan tantang-tantanganNantang?, akhirnya kami sepakat aku nemeni dia backpacking ke Jakarta.Hahaha!

 

Okay, so the journey begins on Saturday. Aku sampe ke Lempuyangan sekitar jam 15.45, langsung beli tiket dan nungguin Sondang. Waktu Sondang datang, tiba-tiba kami ingat belum beli roti buat makan malam dan aku juga belum bawa payung. Jadilah kami lari-lariLari-lari! ke jalan Hayam Wuruk demi 2 bungkus roti dan sebuah payung. Kenapa lari-lari? Karena kami cuma punya waktu sekitar 12 menit **dudulz!!** Dah gitu perjalanan baliknya kehujanan pulak. Untung dah jadi beli payung ^_^

Masuklah kami ke kereta Progo, yang waktu itu masih setengah kosong. Ngobrol buanyaaak banget sampe malem, sampe akhirnya kami ketiduran karena capek. Itupun masih sering bangun gara-gara hiruk pikuk pedagang ini-itu yang lalu-lalang nggak keruan **buset dah**.

Akhirnya ketika adzan subuh berkumandang, sampailah kami di “Setasiun Pasar Senen”. Turun dari kereta, kami langsung cari-cari kamar mandi, tapi sempat nyasar gara-gara Sondang lupa jalannya . Setelah **akhirnya** dia ingat, kami mandi. Kamar mandinya bersih dan airnya juga bersih, dan karena Jakarta panas nggak keruan, mandi jam 4 pagi di sana serasa mandi jam 9 siang di Jogja. Sempat masuk ke kamar mandi yang rada jijay juga sih, karena ada orang pup ga diguyur , but I finally got a clean room.

 

Selesai mandi, kami beli roti dan susu buat sarapan di toko semacam Indomaret, dan Sondang nitip batere HP-nya buat di-charge di situ **bener-bener impromptu ya ni anak**. Kami makan di ruang tunggu, dan habis itu sempat tidur Bobo...sekitar setengah jam, bersama para backpacker lain yang entah menunggu apa.

Habis itu, kami mulai jalan ke halte busway. Berangkatlah kami ke arah Stasiun Jakarta Kota. Dari sana, kami jalan ke arah Jalan Asemka, lalu masuk ke Pasar Pagi Asemka. Dasar kami yang terlalu rajin ato mungkin males kelamaan tidur di ruang tunggu, belum ada toko satupun yang buka. Akhirnya kami jalan-jalan entah ke mana, tapi tiba-tiba sampe di jalan yang di kiri-kanan banyak orang jualan snack semacam manisan dan sebagainya. Eits…. ada mobil sport Mercy lewat pula… keren bo….Kerenn!!

 

Tau-tau kami sampe ke daerah yang mirip Pecinan gitu, banyak huruf Cina di mana-mana. Tempatnya mirip pasar, banyak orang bejubel, bertransaksi, tawar-tawaran. Yang unik, kami sempat liat ada orang-orang Satpol PP yang lagi kerja bakti bareng orang-orang situ. Mereka lagi bongkar-bongkar parit yang penuh kotoran item-item nggak jelas. Ada satu orang yang cuma pake celana pendek, tapi hampir seluruh tubuhnya kena kotoran item-item ndak jelas itu tadi. Jadi mirip orang yang barusan mandi aspal.

Sondang sempat tertarik beli roti Liong ato apa itu aku lupa namanya, tapi nggak jadi. Sempat beli kain sprei juga, mau dibikin pernik-pernik. Habis dari situ, balik lagi ke Pasar Pagi Asemka, dan ternyata tokonya tetep banyak yang belum buka **doh**. Akhirnya kami iseng naik ke lantai 2 dan 3, tapi semakin ke atas semakin banyak yang tutup daripada yang buka, dan nggak ada yang jual barang yang dicari Sondang.

Turunlah kami dan keluar kompleks pasar, tanya ke satpam yang akhirnya menjawab bahwa kalo minggu tokonya tutup Oh nooo!!!. Sondang sempat kelihatan down banget dan bete , but she can handle it **hurray!!**. Akhirnya kami ke toko bahan perhiasan imitasi “Kirana”. Nah… di situ Sondang memanjakan diri pilih-pilih bahan ini-itu. Aku sendiri sempat nongkrong di seberang toko, minum Pocari sambil ngobrol sama yang jual Pocari yang ternyata orang Tegal.

Sekitar jam 11 kami masuk lagi ke Asemka, dan akhirnya menemukan beberapa toko alternatif yang menjual barang-barang yang dicari Sondang. Setelah bertransaksi ini-itu dan muter-muter dan sempat kesasar juga di dalam pasar, kami menyatakan sesi belanja di pasar hari itu SELESAI. Jam 12 lebih dikit kami jalan lagi ke Stasiun Kota dan makan di A&W di dalam stasiun. Kami mengistirahatkan kaki yang mungkin udah jalan lebih dari 5 km pagi itu. Akhirnya bisa minum rootbeer lagi! Yeahh!!!

Rootbeer!

Setelah makan dan istirahat, jam 2 kami balik lagi ke Asemka karena mamanya Sondang telpon dan nitip barang-barang lagi yang tadi belum terbeli. Jadi. kami muter-muter lagi di Asemka selama 2 jam. Setelah itu, nge-busway dari Stasiun Kota ke Harmoni, transit ke Pasar Senen, dan langsung transit lagi ke Mangga Dua. Kami masuk Mangga Dua Square sekitar jam 5.30.

Pertama masuk MDS, Sondang langsung tertarik sama J-Co Donut, tapi aku gak mau. Kebanyakan pengawet tuh makanan… Akhirnya kami menyelingkuhi J-Co dan malah beli Baskin Robbins **yaaayy**. Setelah itu kami muter-muter cari tempat yang enak buat menikmati single scoop cone kami. Jadi kami duduk di depan eskalator sambil mengamati orang-orang yang muncul dari eskalator itu. Banyak orang berkostum hitam-putih, dan banyak anak-anak cewek naik otopet di situ.

Setelah puas menjilat-jilat single scoop cone, kami mulai hunting lagi. Kali ini cari ATM BCA, karena sekali lagi duitku habis. Setelah dari ATM, kami cari-cari kaos buat aku, karena aku kehabisan baju ganti kaosku habis. Bener-bener impromptu deh. Akhirnya aku menemukan kaos harga 30 ribu yang lumayan lah, jadi aku beli satu. Habis itu, giliran Sondang yang hunting. Mulai dari rok gipsy, baju renang, dan akhirnya kaos juga.

Setelah itu, kami menuju Carrefour, mau beli ransum buat makan malam. Tapi karena memang baru sekali itu masuk Mangga Dua Square dan nggak tau letaknya Carrefour di mana, kami kesasar. Rasanya seperti tertipu ketika mengikuti signboard yang menunjukkan Carrefour ada 1 lantai di bawah, lha kok ketemunya malah parkiran. **piye to iki??**

Akhirnya setelah naik lift lagi ke atas dan kebablasen sampe 4 lantai (kalo nggak salah), kami menyerah dan tanya satpam. Setelah itu baru ketemu Carrefour. Kami beli pisang, roti, dan aqua buat makan malam. Sadar kalo waktunya udah mepet, kami lari-lari ke sana kemari nggak jelas, dan akhirnya keluar dari Mangga Dua Square. Sampe di luar, muncul pertanyaan baru: Halte busway yang tadi kok nda ada ya???Hwaaa!! Tapi akhirnya ketemu juga setelah sadar bahwa kami salah arah . Jadi, kami lomba jalan cepat ke busway dan akhirnya tiba juga di Setasiun Pasar Senen. Aku mandi lagi di situ, tapi Sondang nggak. **nggak pliket apa ya??**

Setelah itu, ketemu Nora dan Cory, temen-temen Sondang yang mau ikutan bareng ke Jogja. Kami masuk peron dan ngetem di cafe Torabika sementara nungguin keretanya datang. Aku pesen es Cappuccino dan Sondang pesen hot Cappuccino **menunya juga adanya cuma itu doank… cape dehh…** Setelah puas menjarah bekal Nora yang enak banget, kami naik ke kereta. Ternyata penuh euy…

Dan kami pun ngobrol lagi sampe sekitar 1 jam perjalanan. Setelah itu, aku dan Sondang langsung tepar.. dah nggak kuat lagi ngobrol banyak-banyak…

Paginya… ada pengamen banci… duh… sial…. Hwaaaaaa…

Ternyata pengalaman di kereta selama perjalanan pulang jauh lebih colorful daripada waktu perjalanan berangkat. Lebih banyak pedagang dan pengamen…

“Korannya koran buat alas tidur. Gopek gopek! Gambarnya Luna Maya! Tidur sama Luna Maya cuma gopek!”

“Korek api korek api! Dua ribu rupiah saja! Ada apinya lho!”

Apaan seeh??

** apaan seeh??? **

Dah gitu, sekarang ada pula orang jualan pulsa isi ulang di kereta ekonomi. Makin lengkap aja ni kereta yak?? Cowok yang duduk di sebelahku (yang katanya Sondang itu temen SMA dia yang dia lupa namanya **dudulz**) sampe bilang kalo menu di ekonomi ternyata lebih lengkap daripada eksekutif. Mulai dari Aqua, Mizone, Pocari Sweat, nasgor, nasi rames ayam/rendang, gorengan, jenang, sale pisang… **halah**

Sampe di Lempuyangan, Cory dan Nora langsung mencari jemputan masing-masing, sementara aku nemeni Sondang menunggu Bang Jo sebentar. Setelah Bang Jo datang, aku mandi, dan tampaknya aku lupa waktu dan ketinggalan Pramex lagi padahal aku dah telat 1 jam . Jadilah aku sampe di kantor jam 11.30. BRAVO!!!

That’s all folks… Until my next adventure with Sondang! (hopefully )

Permalink 7 Comments