SweetTitles

Wednesday, 30 April 2008 at 1:48 (Fight For May!)

Malam ini bosan ngurusi kode PHP yang kalau dituruti nggak akan pernah ada sempurnanya. Selalu ada ruang untuk menyempurnakan. Iseng-iseng aku mengunjungi website milik kang Oggix, si juragan hosting dan domain. Setelah liat-liat sini dan situ, ternyata sekarang idWebHost punya blog. Wah, apa pula ini? Langsung meluncur ke TKP…

Setelah baca-baca ini dan itu, tidak sengaja aku menemukan ada tooltip yang asik tampilannya, pakai efek fade-in pula. Penasaran, aku Ctrl+U di Firefox, liat sana-sini mencari jejak javascript yang bertanggung jawab untuk efek itu. Setelah ketemu sumbernya, buka, dan ketahuanlah bahwa si empunya script adalah seorang Dustin Diaz, pegawai Google yang memang berkutat di bagian user interface.

Meluncur ke TKP!

Setelah sampai di sana, baca-baca blognya, ternyata nama scriptnya SweetTitle, dan sudah mengalami banyak perubahan. Meskipun sudah cukup “berumur” (debutnya tahun 2005), tapi masih cukup menarik. Tanpa pikir panjang, donwload dan baca-baca dokumentasi. Hmmm… sepertinya cukup mudah diimplementasikan. Memang akan perlu mengubah beberapa (puluh, atau malah ratus) baris kode di phpFormGenerator, tapi nggak ada salahnya to… Dengan catatan: kalau ada waktu lebih aja…

Kalau nggak salah tadi aku berniat mundur selangkah dari usaha penyempurnaan tiada henti, lha kok malah mau menyempurnakan lagi… Piye to iki??

Permalink Leave a Comment

Pacar vs. Sahabat

Sunday, 27 April 2008 at 16:10 (Broken Promises, Clean Start, Disconcerting)

Mau ngomong apa sih tentang pacar dan sahabat (dan mungkin juga mantan)?

  1. Pacar biasanya lebih sensitif daripada sahabat. Ini pedang bermata dua. Sisi baiknya, pacar jauh lebih perhatian dan lebih tanggap terhadap apa yang kita butuhkan (contoh: mengingatkan makan atau melarang merokok). Sisi jeleknya, pacar jauh lebih menuntut perhatian dan tanggapan kita (contoh: marah-marah nggak jelas ketika kita lupa telpon karena alasan sepele yang sebenarnya tidak perlu dibikin marah-marah). Mantan tidak menuntut, tapi juga punya sensitivitas yang lebih tinggi daripada sahabat: hal-hal yang biasa dibicarakan antara sahabat bisa menyulut perang kalau dibicarakan dengan mantan. Kadang-kadang pacar pun juga demikian.
  2. Pacar atau mantan atau kecengan biasanya lebih sensitif daripada sahabat dalam hal menjaga perasaan. Akibatnya, pacar atau mantan atau kecengan tidak bisa menjadi diri sendiri di depan kita. Akibatnya lagi, kita juga tidak bisa menjadi diri sendiri di depan pacar atau mantan atau kecengan. Akibatnya lagi, kita dan mereka jadi terlalu memikirkan ja-im. Akhirnya, akibat terakhir, kita menjadi sangat sensitif terhadap diri sendiri dan tidak sensitif terhadap mereka, sedangkan mereka menjadi sangat sensitif terhadap diri sendiri juga dan tidak sensitif terhadap kita. Jadinya, sama-sama tidak sensitif, tidak sempat mewujudkan cinta itu sendiri. Lha terus ngapain pacaran?
  3. Sahabat punya sensitivitas yang pas. Tidak terlalu memperhatikan 100% seperti orang pacaran (jaman sekarang), tapi juga tidak cuek. Pokoknya pas lah. Tidak menuntut, cenderung lebih sering bisa mengalah dan memaklumi. Rasanya jadi lebih tulus, karena tidak pernah mengharapkan balasan atau apapun. Jadi, ketika mengucapkan “aku menyayangimu”, itu tidak diucapkan dalam rangka mengharap balasan atau apapun. Bilang ya bilang aja. Lha wong emang sayang je… Tapi ada satu perbedaan mendasar: di antara sahabat tidak ada komitmen. Ada sih, cuma sangat luwes dan terasa jauh lebih ringan.

Kesimpulan: Daripada punya pacar, apalagi mantan, mendingan punya sahabat aja deh… Atau kalo bisa cari pacar yang berawal dari sahabat, dan ketika jadi pacar persahabatan itu berubah menjadi komitmen, bukan kontrak.

Idealis memang, tapi menurutku begitu seharusnya cinta yang tulus. Ada yang bilang “cinta” dan “kasih” itu berbeda. “Cinta” diperuntukkan bagi (calon) pasangan hidup, sedangkan “kasih” diperuntukkan bagi sahabat. Tapi, jika memang “kasih” itu lebih berkualitas daripada “cinta”, dalam arti sempit lebih tulus dan lebih membebaskan, alangkah baiknya ketika “cinta” itu dibangun di atas “kasih”. Alangkah indahnya pula ketika pernikahan itu dibangun di atas persahabatan yang sejati.

Catatan: Tentang pacaran “jaman sekarang” di poin 3, maksudku adalah pacaran yang lengket seperti perangko menempel di amplop. Ke mana-mana berdua, melakukan apa-apa berdua, punya apa-apa berdua. Seolah-olah dunia hanya tentang “dia”, dan selain itu dunia menjadi tidak menarik. Semua tentang “dia” menjadi indah dan semua yang lain menjadi basi. Lalu di mana waktu untuk diri sendiri? Di mana waktu untuk teman-teman, untuk pekerjaan, untuk hobi pribadi. Tanya kenapa???

Permalink 3 Comments

Hunchentoot: standalone vs. mod_lisp

Sunday, 27 April 2008 at 0:44 (Fight For May!)

Tulisan ini meralat tulisanku di sini tentang mengapa tidak menggunakan mod_lisp untuk menghubungkan Hunchentoot dengan Apache. Setelah membaca-baca lagi spesifikasi dan cara penggunaan Hunchentoot, sekaligus baca-baca mailing list tbnl-devel, aku meralat alasanku dan menemukan alasan-alasan yang lebih kuat dan logis:

  1. Menggunakan mod_lisp tidak membuat Hunchentoot dan Apache harus dipasang pada mesin yang sama. Dengan memberikan setting yang tepat pada konfigurasi Apache (httpd.conf), kita bisa menggunakan mod_lisp untuk membuat Apache bekerja bersama dengan Hunchentoot yang dipasang pada mesin yang berbeda. Dengan demikian alasan tidak menggunakan mod_lisp untuk mengantisipasi Hunchentoot yang akan dipasang pada mesin yang berbeda dengan Apache tidak lagi relevan.
  2. Kemampuan Hunchentoot menggunakan mod_lisp sebagai perantara untuk bekerja bersama dengan Apache kemungkinan besar akan dihilangkan. Ini dilakukan untuk menyederhanakan code base Hunchentoot dan dengan demikian mempermudah proses debugging. Selain itu, Hunchentoot akan dikembangkan menjadi full-fledged, full-featured, standalone web server. Dengan demikian penggunaan mod_lisp menjadi tidak strategis.

Permalink Leave a Comment

In Memoriam…

Thursday, 24 April 2008 at 0:25 (Broken Promises)

Malam ini aku tergoda untuk menoleh
Terlalu jauh ke belakang
Banyak hal berharga yang dulu kuperoleh
Kini telah lekang

Telah kusesali semua, tapi apakah berguna
Sudah ku berusaha, tapi adakah bermakna
Aku telah mencoba ini dan itu
Haruskah kuteruskan, tanyaku

Untuk kalian yang pernah mengisi hari-hariku
Sedikit saja aku ingin meminta waktu
Mencairkan semua yang telah beku
Menemukan kembali senandung lagu

Tampak kembali senyum di wajah kalian
Bolehkah kembali aku rasakan?

Pi-chan, Pus, aku merindukan kalian…

Permalink Leave a Comment

Pindahan!

Sunday, 20 April 2008 at 14:54 (Imparticular)

Inilah post pertamaku di blog baru, setelah kepindahan yang mendadak dan sebenarnya tidak direncanakan. Kenapa pindah? Karena ngeblog di wordpress jauh lebih fleksibel daripada di friendster. That simple.

Well, ladies and gentlemen, happy reading!

Permalink Leave a Comment

Outline Numbering

Saturday, 19 April 2008 at 22:23 (Imparticular)

Microsoft Word memiliki fitur yang namanya Outline Numbering. Nah, fitur ini harusnya bisa sangat memudahkan ketika kita mau bikin dokumen yang terstruktur secara hirarkis. Jadi, kupikir akan sangat memudahkan apabila penulisan dokumen panjang seperti SKRIPSI memanfaatkan fitur ini. Jadi, aku nggak perlu lagi mengurutkan ini sudah sampai item nomer berapa, yang harus aku perhatikan cuma ini item masuk ke level hirkarkis keberapa. Nah…

Entah karena emang aku yang kurang memahami atau gimana, dari tadi pagi sampai siang ini, aku nggak bisa-bisa pakai fitur itu. Aneh banget, counterintuitive untuk software sekelas Microsoft Word. Aku cari pencerahan di Help. Di situ dikatakan, untuk mengubah level hirarkis cukup tekan tombol increase indent atau decrease indent di formatting toolbar. Oke, aku coba. Tapi… yang muncul hanyalah nomor untuk satu level hirarkis, sementara semua level di atasnya lenyap entah ke mana… Udah gitu, si Word ini protes karena aku mengubah Normal Document Template. Yang sebelah mana pula itu bah? Perasaan aku dari tadi nggak masuk-masuk sampe ke situ deh…

Sudahlah, aku pakai numbering yang biasa aja, rada ribet tapi terjamin nggak bakal aneh-aneh.

Capek deh…

Permalink 1 Comment

Progress Report: HT Integration, XAJAX, etc.

Saturday, 12 April 2008 at 13:32 (Fight For May!)

Progress Report:

  1. VMware Workstation ACE Edition v6.0.3 sudah bisa digunakan. Instalasi Virtual Machine sudah lengkap:
    ++ Uniprocessor, 128MB VirtualRAM, 4GB VirtualHD, network access via NAT
    ++ OS Ubuntu Hardy (ubuntu-8.04-beta-server-i386)
    ++ Samba dan segala macam tetek bengek settingnya
    ++ Apache-MySQL-PHP, termasuk Apache root directory aliasing
    ++ SBCL, CL-SQL, CL-WHO, dan seterusnya… (daftarnya panjang!)
    ++ CL-HUNCHENTOOT
    ++ JOLIET-base-system
    ++ joliet WME-interface
    Dengan adanya Virtual Machine ini, bisa kerja di Windows dan Linux sekaligus, tidak perlu lagi ada restart untuk unit testing.
  2. Modul User Group sudah selesai! Sekarang bisa edit Group Module Privileges di sini.
  3. Masalah security sementara ini sudah selesai, tapi perlu lebih banyak extensive testing untuk menentukan apakah security scheme yang diterapkan sudah layak.
  4. Integrasi plugin baru: XAJAX, yang sangat membantu dalam membuat javascript untuk AJAX. Dengan ini, interfacing Apache/PHP-Hunchentoot bisa dilakukan dengan menghemat bandwidth. (Catatan: Sebenarnya ada alternatif menggunakan mod_lisp untuk menggunakan Hunchentoot langsung bersama Apache, dengan bandwidth yang mungkin lebih hemat lagi. Cara ini tidak digunakan dengan mempertimbangkan bahwa MUNGKIN Apache server dan Hunchentoot server akan terletak pada mesin yang berbeda: tidak semua server menyediakan SBCL dan segala macam komponen yang diperlukan untuk bisa menjalankan Hunchentoot)

Brainstorming:

  1. Modul Demo dan Signup bisa dijadikan satu di Module Group Home, untuk menghemat menu item. Sementara ini tidak perlu ada modul lain yang bisa diakses publik.
  2. Modul Group Story Generator sebenarnya tidak diperlukan lagi karena user bisa menggunakan modul Demo di Module Group Home.
  3. Modul NLP Unit dan Temporal Unit harusnya sudah jadi satu dengan block editor pada Module Group Story Models

PR yang belum selesai:

  1. Tombol LOGOUT dipindah ke atas donk!
  2. Algoritma untuk block editing harus di-rewrite. BRAINSTORM: ayo mulai pakai XAJAX!
  3. Mulai memikirkan modul dokumentasi.
  4. Ayo mulai MENULIS!!!

Permalink Leave a Comment

Boost!

Wednesday, 9 April 2008 at 7:19 (Imparticular)

is this true?

The Boost

10 jam kemudian…
The After-boost

N.G.A.P.U.S.I.!.!.!

Permalink Leave a Comment

Mempertanyakan Luka?

Tuesday, 8 April 2008 at 3:26 (Imparticular)

Dari shoutout seseorang:

Karena mencintai dan keinginan untuk memiliki itu berbeda… Namun aku tetap tak mengerti juga… Kenapa harus aku bertemu denganmu dan terluka…

Karena luka itu diperlukan, supaya kita bisa lebih menghargai cinta dan perjuangan yang menyertainya, dan supaya kita mengerti, bahwa kekuatan cinta mengatasi luka yang seperti apapun juga.

Permalink 2 Comments

Benteng Pasir

Saturday, 5 April 2008 at 21:19 (Clean Start)

Sejenak aku menyusuri pantaiku sendirian
Membangun benteng pasirku sedikit demi sedikit
Untuk mencegah semua yang berusaha masuk
Lalu aku terdiam…

Aku menyadari itu tidak ada gunanya
Usaha fana untuk melindungi diri
Dari hempasan ombak
Dari keinginan untuk menguasai laut
Dari kekecewaan yang seharusnya tidak ada
Sia-sia…

Melukai bukanlah suatu jalan keluar
Ia hanyalah alasan
Merasa terluka pun juga bukan suatu solusi
Ia pun hanya pembelaan diri

Tapi luka tetap luka, dan perih tetap perih
Sebisa mungkin luka itu dibersihkan, diobati sehingga tidak lagi sakit
Bukan untuk dilupakan, tetapi untuk dijadikan pelajaran

Dan akupun melanjutkan perjalananku
Di dalam benteng yang sudah terlanjur kubangun
Dan kini harus kuruntuhkan sendiri

Permalink Leave a Comment

Next page »